Kebiasaan Menabung

Kebiasaan Investasi dan Menabung

Tetiba saja pagi ini saya teringat kata-kata pak Mulyaman Hada pada sambutannya di Halal bi Halal Masyarakat Ekonomi Syariah. Pak Mulyaman menyatakan bahwa ke depan, Indonesia sudah seharusnya berfokus pada sektor riil. UMKM yang jumlahnya sangat banyak memerlukan dukungan dari semua pihak yang ada.

Faktanya, uang yang diputar di sektro riil belumlah terlalu banyak. Investasi yang digulirkan ke masyarakat baik itu level usaha UMKM maupun yang sudah terlisting di BEI tidak sebanyak uang yang tersalur untuk keperluan lain. Bagi UMKM, tantangannya jelas, masih sangat banyak usaha yang tergategori UMKM masuk ke sektor non formal. Kegiatan ekonomi non formal harus di dorong ke arah formal. Tujuannya jelas, karena sektor usaha formal bisa scale up.

Sedangkan bagi jenis usaha yang sudah terlisting di BEI memiliki tantangan berupa mindset masyarakat. pasalnya, masyarakat masih memiliki paradigma saving oriented. PT BEI kini ingin sekali merubah paradigma saving oriented itu ke arah investment oriented. Kalau di mata pelajaran ekonomi SMA, saving itu imbal baliknya bunga. Beda dengan investment yang imbal baliknya adalah profit. Nah, kalau saving di bawah bantal imbal baliknya leher kaku (soalnya duitnya logam semuah).

friderica widyasari dewi uang di bawah bantal

Friderica Widyasari Dewi

Salah satu direktur BEI pernah bilang begini “kami mau switch karakter ini menjadi investment society. Kenapa selama ini masyarakat menjadi saving oriented? karena masyarakat dimanjakan oleh suku bunga perbankan (deposito) yang berkisar 7,5-10 persen” papar bu Friderica Widyasari Dewi.

Kalau di Jepang yak, masyarakatnya lebih terdorong di pasar modal. Kalau di mari mah lebih senang taro di Bank. Ditinggal tidur, uang udah berlipet-lipet. Persis kaya tumpukan lemak di perut. Nah, buat ngebangun kebiasaan berani investasi ini harus dimulai dari kecil. Pendidikan sejak dini penting banget buat diajarkan dari kecil

FRIDERICA WIDYASARI DEWI bursa efek Indonesia

Paman Gober

kalau waktu kecil kita tuh udah dibiasain baca buku Donal Bebek. di Donal Bebek ada tokoh namanya Paman Gober. Kalau saya mah paling inget dari Paman Gober tuh gudang uangnya. Bejibun abis, isinya logam emas semua. Mungkin kalau di zaman sekarang bentuknya logam dinar kali ya. Nah, Paman Gober tuh kelihatannya aja ngajarin nabung. Tapi kalau kita lihat dari beberapa serinya, Paman Gober itu uangnya didapat dari hasil investasi. Dalam salah satu seri, Paman Gober taruh uangnya di tambang minyak bumi. Banyak juga usaha Paman Gober lainnya. Means, Paman Gober dapet duit berupa profit. Ingat, dalam pelajaran ekonomi SMA, profit itu hasil dapet dari apa??? yak benar, Investasi…

friderica widyasari dewi BEI

Advertisements