Misteri Sandal Hilang di Masjid Al Hidayah Depok

image

Malam ini saya akan mengisi suatu acara di salah satu asrama mahasiswa yang ada di Depok. Walau kondisi badan belum fit, dan bahkan tadi pagi gak bisa ke kantor, saya berusaha memenuhi undangan salah satu kawan saya, mas Pyan.

Sesampainya di Depok, azan isya berkumandang. Saya yang baru turun dari kereta meniatkan untuk sholat isya di masjid dekat asrama. Setelah berjalan beberapa saat, sampailah saya di Masjid Al Hidayah yang berlokasi di dekat asrama.

Kondisi saya dalam keadaan telat sudah masuk rokaat tiga. Dengan bergegas saya jadi makmum masbuk, daripada ketinggalan sholat jamaah sama sekali. Alhamdulillah keburu sholat isya “relatif” di awal waktu. Sayapun bergegas keluar masjid dan menuju asrama.

Alangkah kagetnya saya ketika di luar saya lihat sandal saya raib. Saya yang biasanya memakai sandal gunung, untuk alasan kepraktisan, kali ini harus pasrah kehilangan sandal andalan tersebut. Seakan masih tidak percaya, saya susuri lagi bolak balik teras masjid. Harapan saya, saya bisa menemukan sendal gunung saya tersebut terselip di salah satu sudut. Tapi harapan tinggal harapan.

Saya termenung, betapa takdirlah yang kini bicara. Lingkungan di sekitar sini aman. Saya pun sudah menaruh si sandal di tempat yang aman. Tapi takdir berkata lain. Dan di tengah perenungan saya tersebut, akhirnya saya teringat… saya ke Depok kali ini pakai sandal jepit, bukan sandal gunung. Alhamdulillah si sandal jepit masih ngejogrog di tempat sandal dengan rapi.

Tiba-tiba terlintas kata-kata bijak dalam pikiran saya. Kenapa kita merasa kehilangan, pada sesuatu yang sebenarnya tidak kita miliki. Kenapa saya merasa sandal saya hilang, padahal sandal yang saya maksud memang tidak sedang saya bawa. Kenapa di satu waktu saya merasa berat sedekah, padahal rezeki datangnya dari Allah. Kenapa ada pemuda yang merasa kehilangan kekasih, padahal melamarnya pun belum pernah. Kenapa takut berbagi rahasia berniaga, dan takut punya saingan, padahal Allah sudah menjamin rezeki tiap manusia.

Luar biasa, gara-gara sandal “hilang”, hikmahnya bisa ditarik ke kehidupan kita.

Salam Sandal

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s